Budaya

Umur. Perbedaan-perbedaan budaya yang penting terdapat dalam sikap terhadap umur. di USA, usia muda dianggap sebagai keutamaan. Dalam budaya Asia dan Arab, umur dihormati dan kedudukan manajer berhubunagn dengan umur. Namun orang-orang China lebih suka berhubungan dengan orang yang lebih tua.

Pendidikan. Sistem pendidikan formal negeri dan swasta suatu negara adalah alat penyebarluasan dan cerminan penting nilai-nilai budaya masyarakatnya. Di USA sekolah dasar dan sekolah menengah di USA menekankan peran individu dan pengembangan kepercayaan diri, kreativitas dan harga diri. Di Inggris juga telah menyediakan pendidikan elit bagi sejumlah mahasiswa yang relatif kecil. Jerman memiliki program magang yang dikembangkan dengan baik yang melatih generasi-generasi baru. Jepang dan Perancis memiliki fokus yang berbeda. Mereka terpusat pada hapalan luar kepala untuk menyiapkan murid-murid mengikuti ujian masuk perguaruan tinggi di seluruh negara itu.

Status. Alat untuk meraih status juga berbeda-beda dalam setiap budaya. Dalam beberapa masyarakat. Status diwariskan sebagai akibat dari kekayaan atau kelas sosial nenek moyang seseorang. Dalam budaya lainnya, status diperoleh individu tersebut melalui pencapaian pribadi atau keberhasilan profesional.

Melihat Hutannya, Bukan Pohonnya.

Unsur-unsur kebudayaan nasional mempengaruhi perilaku dan harapan-harapan para manajer dan karyawan di tempat kerja. Pebisnis internasioanal yang menghadapi tantangan untuk mengelola dan memotivasi karyawan dari latar belakang budaya yang berbeda-beda, perlu memaahami unsur-unsur budaya ini jika mereka menjadi manajer yang efektif.

Pendekatan Konteks-Rendah-Konteks-Tinggi Hall

Dalam budaya konteks renah, kata-kata yang dipakai pembicara secara eksplisit menyampaikan pesan pembicara tersebut kepada pendengarnya. Negara-negara anglo-saxon seperti Inggris, kanada dan USA adalah contoh budaya konteks rendah yang tepat.

Dalam budaya konteks tinggi, konteks terjadinya pembicaraan tersebut akan sama pentingnya dengan kata-kata yang benar-benar diucapkan, dan petunjuk-petunjuk budaya berperan pending dalam memahami apa yang sedang dikomunikasikan. Contohnya dalah negara-negara Arab dan Jepang.

Pendekatan Kelompok Budaya

Pendekatan kelompok budaya adalah teknik lain dalam mengklasifikasikan dan memahami budaya-budaya nasional. Kesamaan-kesamaan terdapat dalam banyak budaya, dengan demikian mengurangi sebagian kebutuhan menyesuaikan praktik-praktik bisnis untuk memenuhi permintaan-permintaan budaya lokal.

Suatu kelompok budaya terdiri atas negara-negara yang memiliki banyak kesamaan budaya, walaupun tetap ada perbadaan.

Lima Dimensi Hofstede

INDIVIDUALISME

Kepentingan-kepentingan individu didahulukan

ORIENTASI SOSIAL

Relative pentingnya kepentingan-kepentingan individu vs kepentingan kelompok

KOLEKTIVISME

Kepentingan-kepentingan kelompok didahulukan

HORMAT TERHADAP KEKUASAAN

Kekuasaan melekat dalam posisi seseorang dalam hierarki

ORIENTASI

KEKUASAAN

Kepatutan kekuasaan/wewenag dalam organisasi.

TOLERANSI KEKUASAAN

Individu menilai kekuasaan dari segi persepsi tentang keadilannya atau kepentingan-kepentingan pribadinya sendiri

PENERIMAAN KETIDAKPASTIAN

Tanggapan positif terhadap perubahan dan kesempatan-kesempatan baru

ORIENTASI KETIDAKPASTIAN

Tanggapan emosional terhadap ketidakpastian dan perubahan

PENGHINDARAN KETIDAKPASTIAN

Lebih menyukai struktur dan rutinitas yang konsisten

PERILAKU SASARAN AGRESIF

Menghargai pemilikan materi, uang, dan ketegasan

ORIENTASI

SASARAN

Apa yang memotivasi orang untuk mencapai tujuan yang berbeda

PERILAKU SASARAN PASIF

Menghargai relevansi sosial, kualitas hidup, dan kesejahteraan orang lain.

PANDANGAN JANGKA PANJANG

Menjunjung tinggi dedikasi, kerja keras dan sikap hemat

ORIENTASI

WAKTU

Sejauh mana anggota-anggota suatu budaya mempunyai pandangan jangka panjang atau pendek terhadap pekerjaan dan kehidupan

PANDANGAN JANGKA PENDEK

Menjunjung tinggi tradisi, kewajiban-kewajiban sosial.

Orientasi Sosial

Orientasi sosial adalah keyakinan seseorang tentang relatif pentingnya individu dan kelompoknya. Kedua titik ekstrem orientasi sosial, adalah Individualaisme dan kolektivisme.

Individualisme adalah keyakian budaya bahwa orang tersebut harus didahulukan. Nilai-nilai dari orang-orang individualistik adalah tingkat harga diri yang tinggi dan kemerdekaan. Contoh negaranya adalah USA, Inggris, Australia, Kanada, Belanda, dll.

Kolektivisme, adalah pandanagan bahwa kelompok didahulukan. Masyarakat cenderung bersikap kolektivistik biasanya dicirikan jaringan sosial yang ditempatkan dengan jelas, termasuk keluarga besar, suku atau rekan kerja. Contoh negaranya adalah Meksiko, Yunani, Peru, Singapura, Pakistan, dll.

Kolektivisme Individualisme
Dalam Keluarga Pendidikan menekankan kesadaran akan ”kita” Pendidikan menekankan kesadaran akan ”saya”
Di sekolah Belajar adalah hanya untuk kaum muda

Belajar bagaiman melakukan sesuatu

Pendidikan berlangsung terus menerus

Belajar bagaiman cara belajar.

Di tempat Kerja Standar nilai berbeda antara dalam kelompok dan di luar kelompok.

Hubungan lebih penting daripada Tugas

Standar nilai sama berlaku untuk semua orang ; universalisme.

Tugas lebih penting daripada tujuan.

Orientasi Kekuasaan

Orientasi Kekuasaan merujuk pada keyakinan bahwa orang dalam suatu budaya memiliki pandangan tentang kewajaran kekuasaan dan perbedaan wewenang dalam berbagai hierarki seperti organisasi bisnis.

Beberapa budaya bercirikan rasa hormat terhadap kekuasasan. Ini berarti bahwa masyarakat dalam suatu budaya cenderung menerima kekuasaan dan wewenang atasannya semata-mata berdasarkan kedudukan atasan tersebut dalam hierarki tersebut. Contoh negaranya adalah Indonesia, Prancis, Spanyol, Meksiko dan Brazil.

Sebaliknya, budaya yang bercirikan toleransi kekuasaan memberikan peran penting yang jauh lebih kecil terhadap kedudukan seseorang daam hierarki tersebut. Contoh negaranya adalah USA, Israel, Austria, Denmark, Irlandia, dan Jerman.

toleransi kekuasaan penghormatan kekuasaan
Dalam keluarga Anak-anak didorong untuk mempunyai kemauan sendiri Anak-anak didik untuk patuh terhadap orangtua
Di sekolah Pendidikan berpusat pada murid Pendidikan berpusat pada guru
Di tempat kerja Pimpinan ideal adalah seseorang demokrat yang berpengetahuan luas Pemimpin ideal adalah seorang autokrat yang baik hati.

Orientasi Ketidakpastian

Orientasi ketidakpstian adalah perasaan yang dimiliki seseorang tetang situasi yang tidak pasrti dan ambigu.

Budaya yang bercirikan penerimaan ketidakpastian dirangsang oleh perubahan dan berkembang dan peluang-peluang baru. Dalam budaya ini kepastian mengandung pengertian keadaan monoton, rutinitas dan struktur yang terlalu memaksa. Contoh negaranya USA, Denmark, Swedia, Kanada, Singapura, dll.

Budaya yang bercirikan penghindaran ketidakpastian tidak mnyukai ambiguitas dan sedapat mugkin akan menghidarinya. Contoh negaranya adalah Israel, Austria, Jepang, Kolombia, Prancis, dan Peru.

penerimaan ketidakpastian penghindaran ketidakpastian
Dlam keluarga Sesuatu yang berbeda adalah sesuatu yang lucu atau ingin diketahui Sesuatu yang berbeda adalah berbahaya
Dalam Sekolah Murid nyaman dengan situasi belajar yang tidak tertata, dan tugas yang luas. Murid merasa nyaman dengan situasi belajar yang tertata dan tuga yang jelas
Di tempat kerja Tidak menyukai aturan, baik tertulis maupun lisan Kebutuhan emosional akan aturan, baik tertulis maupun lisan.

Orientasi Sasaran

Orientasi sasaran adalah sikap dimana orang termotivasi untuk bekerja karena jenis sasaran yang berbeda.

Perilaku sasaran agresif cenderung memberikan nilai yang tinggi pada kepunyaan materi, uang dan ketegasan.

Perilaku sasaran pasif memberikan nilai yang lebih tinggi pada hubungan sosial, kualitas hidup, dan perhatian kepada orang lain.

perilaku sasaran pasif perilaku sasaran agresif
Dalam keluarga Penyelesaian konflik melalui kompromi dan negoisasi Penyelesaian konflik dengan bertarung habis-habisan.
Di sekolah Sistem menghargai kemampuan adaptasi sosial murid Sistem menghargai kinerja akademik murid.
Di tempat kerja Ketegasan dianggap aneh Ketegasan dihargai

Orientasi Waktu

Orientasi waktu adalah sejauh mana angota-anggota suatu budaya menganut pandangan jangka pendek versus jangka panjang terhadap pekerjaan, kehidupan, dan aspek kemasyarakatan lainnya.

Beberapa budaya seperti di Jepang, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan memiliki orientasi masa depan jangka panjang yang menunjung tinggi kerja keras, dan dedikai.

Budaya lauinnya sperti di Pakistan dan Afrika Barat cenderung terfokus pada masa lalu dan masa sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: