SISTEM JOB COSTING

SISTEM JOB COSTING

SISTEM JOB COSTING DAN SISTEM BIAYA PROSES

Sistem job costing. Pada system ini obyek biaya adalah unit atau multiunit suatu produk atau jasa yang khas disebut pekerjaan (job). Contohnya sebuah kerja perbaikan yang dilakukan pada Audi Service Center.

System biaya  proses (Process-Costing System). Paeda system ini obyek biaya adalah unit-unit produk atau jasa yang identik atau mirip dalam jumlah besar. Contohnya City Bank menyediakan jasa yang sama bagi seluruh konsumen ketika memproses tabungan.

SISTEM BIAYA PROSES PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Sistem biaya actual (Actual Costing) adalah metode penentuan biaya yang menelusuri biaya langsung ke obyek biaya dengan menggunakan tarif biaya langsung aktual dikali kuantitas aktual input biaya langsung.

Pendekatan Umum atas Sistem Biaya Pekerjaan

Terdapat tujuh langkah dalam proses pembubaran biaya ke sebuah pekerjaan.

Langkah  1: Identifikasi pekerjaan (job) yang dipilih sebagai obyek biaya

Langkah 2: identifikasi langsung kedua pekerjaan itu. Biaya bahan baku langsung sama dengan biaya per unit dikali kuantitas.

Langkah 3: Pilih dasar alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan itu.

Langkah 4: Identifikasi biaya tidak langsung yang tekait dengan setiap dasar alokasi biaya.

Langkah 5: Hitung tariff per unit dari setiap dasar alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan. Robinson senghitung tarif alokasi untuk satu-satunya pool biaya overhead manufaktur sebagai berikut:

Tarif biaya yang tidak langsung actual =  Biaya total actual di dalam pool biaya tidak langsung

Total kuantitas actual dari dasar alokasi biaya

=                             $ 1.215.000

27.000 jam tenaga kerja manufactur langsung

= $ 45 per jam tenaga manufactur langsung

Langkah 6 : Hitung Biaya tidak langsung yang dialokasikan ke pekerjaan

Langkah 7 : Hitung biaya total pekerjaan dengan menambahkan seluruh biaya langsung dan tidak langsung yang dibebankan ke pekerjaan itu.

PERIODE WAKTU YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGHITUNG TARIF BIAYA TIDAK LANGSUNG

Ada dua alasan mengapa perusahaan menggunakan periode yang lebih panjang untuk perhitungan tariff biaya tidak tetap, satu diantaranya terkait dengan jumlah uang dan satu yang lain terkait dengan angka kuantitas dalam perhitungan.

  1. Alasan angka pembilang (pool biaya tidak langsung). Semakin pendek jangka waktu, semakin besar pengaruh pola musiman pada jumlah biaya.
  2. Alasan Angka penyebut (kuantitas dasar alokasi). Alasan lain untuk menggunakan periode yang lebih panjang adalah kebutuhan untuk menyebar biaya tidak tetap bulanan ke tingkat produksi bulanan yang fluktuatif.

SISTEM PENETAPAN BIAYA NORMAL

Sistem Penetapan biaya normal (normal costing) adalah metode penetapan biaya yang melacak biaya langsung ke obyek biaya dengan menggunakan tarif biaya langsung actual dikali dengan kuantitas actual dari input biaya langsung, dan mengalokasikan biaya tidak langsung berdasrkan tariff biaya tidak langsung yang dianggarkan dikali dengan actual dari dasar alokasi biaya.

BIAYA TIDAK LANGSUNG BERDASAR ANGGARAN DAN PENYESUAIAN AKHIR TAHUN

Biaya tidak langsung kurang dialokasikan ketika besaran biaya tidak langsung yang dialokasikan pada periode akuntansi lebih kecil dibandingkan dengan angka actual. Biaya tidak langsung lebih dialokasikan ketika besaran biaya tidak langsung yang dialokasikan pada periode akuntansi lebih besar dibandingkan angka actual.

Terdapat dua akun biaya tidak langsung dalam buku besar yang harus dilakukan dengan overhead manufactur:

  1. Pengendalian overhead pabrik, catatan biaya-biaya actual dalam seluruh kategori overhead seperti: bahan baku tidak langsung, tenaga kerja manufaktur tidak langsung, supervise, rekayasa, tenaga, dan sewa.
  2. Overhead manufaktur dialokasikan, catatan overhead manufaktu yang dialokasikan kedalam setiap pekerjaan atas dasar tariff dianggarkan dikali dengan jam kerja tenaga manufaktur langsung actual.

Pendekatan prorate

Prorata menyebarkan overhead kurang alokasi atau overhead lebih alokasi diantara saldo akhir barang dalam proses, barang jadi dan harga pokok penjualan. Persediaan bahan baku tidak dikenal alokasi overhead manufaktur, sehingga tidak termasuk dalam prorata ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: