PROSES PERILAKU INDIVIDU

Persepsi

Adalah suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.

Jadi, individu-individu berperilaku dalam suatu cara tertentu yang didasarkan tidak pada cara lingkungan luar yang sebenarnya, tetapi lebih pada apa yang mereka lihat dan yakini.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi

  • Pelaku Persepsi

Faktor-faktor yang dikaitkan pada pelaku persepsi mempengaruhi apa yang dipersepsikannya, seperti sikap, motif, kepentingan atau minta, pengalaman masa lalu, dan pengharapan (ekspektasi).

  • Target

Karakteristik-karakteristik dalam target yang akan diamati dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan. Gerakan, bunyi, ukuran, dan atribut-atribut lain dari target membentuk cara kita memandangnya.

Apa yang kita lihat bergantung pada bagaimana kita memisahkan suatu bentuk (figure) dari dalam latar belakangnya yang umum.

Obyek-obyek yang berdekatan satu sama lain akan cenderung dipersepsikan bersama-sama bukannya secara terpisah.

  • Situasi

Unsur-unsur dalam lingkungan sekitar mempengaruhi persepsi kita, seperti waktu, likasi, cahaya, panas, atau setiap jumlah faktor situasional.

Teori Atribusi

Bila individu-individu mengamati perilaku, mereka mencoba menentukan apakah itu ditimbulkan secara internal atau ekssternal.

  • Perilaku yang disebabkan secara internal adalah perilaku yang diyakini berada di bawah kendali pribadi dari individu itu.

Misalnya, terlambat datang ke kantor karena berpesta semalaman

  • Perilaku yang disebabkan secara eksternal dilihat sebagai hasil dari sebab-luar, yaitu orang itu dilihat sebagai terpaksa berperilaku itu oleh situasi.

Misalnya, terlambat datang ke kantor karena kemacetan lalu lintas.

  • Kekhususan (ketersendirian) merujuk ke apakah seorang individu memperagakan perilaku-perilaku yang berlainan dalam situasi-situasi yang berlainan.
  • Jika semua orang mengahdapi suatu situasi yang serupa berespon dengan cara yang sama, dapat dikatakan bahwa perilaku itu menunjukkan konsensus.

Kekeliruan Atribusi Mendasar

Kecenderungan meremehkan faktor-faktor eksternal dan memebsar-besarkan pengaruh faktor-faktor internal ketika mereka melakukan penilaian mengenai perilaku orang-orang lain.

Prasangka Layanan Diri

Kecenderungan bagi individu-individu untuk menghubungkan sukses mereka sendiri ke faktor-faktor internal sementara menyalahkan faktor-faktor eksternal untuk kegagalan mereka.

Perspektif Selektif

Orang-orang secara selektif menafsirkan apa yang mereka saksikan berdasarkan kepentingan, latar belakang, pengalaman, dan sikap.

Pengambilan Keputusan Individual

Individu-individu berpikir dan menalar sebelum mereka bertindak, karenanya memberikan pemahaman bagaimana orang-orang mengambil keputusan dapat membantu menjelaskan dan meramalkan perilaku mereka.

Model Optimasi

Adalah suatu model pengambilan keputusan yang menguraikan bagaimana individu-individu seharusnya berperilaku agar memaksimalkan sesuatu hasil.

Model Alternatif

  • Model Cukup-Memuaskan (satisficing)

Adalah suatu model pengambilan keputusan, dimana pengambil keputusan memilih pemecahan pertama yang “cukup baik”, yakni memuaskan (satisfactory) dan cukup (sufficient).

Rasionalitas Berikat adalah individu-individu mengambil keputusan dengan merancang-bangun model-model yang disederhanakan yang mengekstrak perwajahan yang mutlak perlu dari dalam problem-problem tanpa menangkap semua kerumitannya.

  • Model Favorit implisit

Adalah suatu model pengambilan keputusan, dimana secara dini dalam pengambilan keputusan itu pengambil keputusan secara implisit (tersirat) memilih suatu alternatif yang lebih disukai dan memberat-sebelahi evaluasi dari semua pilihan.

  • Model Intuitif

Adalah suatu pendekatan dalam penggunaan intuisi yang mengandalkan pada analisis rasional untuk mengidentifikasi dan memberikan bobot-bobot kepada kriteria keputusan, maupun mengembangkan dan mengevaluasi alternatif-alternatif.

Utilitarianisme

Adalah keputusan-keputusan diambil sedemikian untuk memberikan kebaikan terbesar bagi jumlah terbesar, dimana utilitarianisme mendominasi pengambilan keputusan bisnis.

Tahap-Tahap Perkembangan Moral

Adalah suatu perilaku terhadap kapasitas seseorang untuk menimbang-nimbang apakah yang secara moral benar.

Peningkatan Komitmen

Adalah suatu peningkatan komitmen terhadap suatu keputusan sebelumnya meskipun ada informasi negatif.

Peningkatan komitmen mempunyai implikasi-implikasi yang luas bagi keputusan manajerial dalam organisasi. Banyak organisasi telah menderita kerugian besar karena seorang manajer bertekad membuktikan bahwa keputusan awalnya benar dengan terus megorbankan sumber daya ke apa yang merupakan urusan rugi sejak awal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: