Pengaruh Customization dan Interdepedensi terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akutansi Manajemen Broad Scope dan Aggregation

Jurnal Riset Akutansi Indonesia

Vol. 6 No. 1, Januari 2004

Hal 23-40

Pengaruh Customization dan Interdepedensi terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akutansi Manajemen

Broad Scope dan Aggregation

FIVI ANGGRAINI

Universitas Gadjah Mada

Customization adalah strategi merespon permintaan costumer untuk meningkatkan variasi produk lebih istimewa dan kualitas produk yang terbaik (Gilmore dan Pine, 1997 ; Kotha, 1995). Untuk melaksanakan strategi tersebut memerlukan manajemen yang baik, khususnya dalam hal desain struktur serta sistem informasi yang tepat. Pengelolaan secara efektif setting seperti ini dibutuhkan implementasi sistem akuntansi manajemen yang andal, menurut Chenhall dan Morris (1986) adalah yang memiliki karakteristik broard scope, integration, aggregation dan timelines untuk memastikan bahwa manajer memiliki informasi yang diperlukan dalam menghadapai perubahan yang terus menerus terhadapat proses dan desain produk.

Bouwens dan Abernerthy (2000) menyatakan pelaksanaan customization juga mengubah sifat hubungan antara subunit-subunit fungsional dalam perusahaan, karena aliran kerja (work flows) antar subunit akan menjadi sangat interdependen (saling tergantung). Interdepedensi didefinisikan sebagai sejauh mana departemen saling tergantung satu sama lain dalam melaksanakan tugas mereka. Interdependensi ini menciptakan kebutuhan informasi tambahan untuk memastikan bahwa kerja yang mengalir ini dapat dikoordinasikan.

Dalam penelitian ini, penulis ingin menguji dan mengidentifikasi kembali apakah ada pengaruh hubungan langsung antara coustomization terhadap karakteristik informasi SAM broard scope dan aggregation dan apakah ada pengaruh tidak langsung antara customization terhadap karakteristik informasi SAM broard scope dan aggregation terjadi melalui interdepedensi, ketika perusahaan melakukan cutomization sebagai suatu prioritas strategi.

Dampak dari costomization dan Interdepedensi dalam konteks pengambilan keputusan.

Interdepedensi tercipta sebagai hasil dari customization yang mengakibatkan kekompleksan hubungan input dan output. Ketika interdependensi antar departemen meningkat, proses pembuatan keputusan menjadi lebih tidak dapat terprogram karena konteks pembuatan keputusan dalam satu departemen dipengaruhi oleh keputusan duat di departemen lainnya. Tingginya tingkat Interdepedensi antar depertemen dapat meniptakan ketidakpastian tujuan dalam konteks keputusan. Ketidakpastian muncul ketika keputusan melintas batas departemen karena manajer dihadapkan pada tujuan yang ganda atau bahkan bertentangan, sehingga antar departemen harus membuat trade-off dalam melaksanakan tujuan departemen mereka sendiri.

Dampak Karakteristik Informasi SAM dalam konteks Pengambilan Keputusan

Karakteristik informasi SAM menjadi sangat penting dalam ketidakpastian tujuan dan membantu penyelesaian konflik antar departemen. Penyediaan informasi yang layak akan meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan dan mengurangi ketidakpastian karena adanya kesenjangan antara informasi yang dibutuhkan dengan yang tersedia dalam organisasi untuk mengambil keputusan.

Information broard scope dapat mengurangi ketidakpastian dengan menyediakan kombinasi informasi finasial dan non finansial yang sangat dibutuhkan dalam tahap intelegen dan desain aktivitas. Ketidakpastian hubungan input dan output dapat dikurangi dengan penyediaan informasi broard scope karena informasi ini memberikan fasilitas pada manajer dalam mempertimbangkan lebih banyak jumlah alternatif-alternatif yang bisa dipahami dalam penentuan hubungan input output daripada informasi narrow scope.

Informasi aggregation menyediakan informasi overview proses transformasi atau set-set transformasi dan membantu pengambilan keputusan untuk menentukan titik awal analisis selanjutnya. Informasi ini bisa digunakan untuk membedakan bidang-bidang mana yang perlu diinvestigasi dan mana yang tidak. Informasi aggregation dapat memberikan informasi tentang aktivitas-aktivitas departemen lain menunjukkan daftar tindakan yang konsisten dengan tujuan departemen yang terlibat.

Hubungan Customization dan Interdepedensi Antar Departemen

Interdepedensi relatif rendah jika costumization tidak dilaksanakan. Tingginya tingkat interdepedensi sequential muncul bila organisasi beroperasi dalam memenuhi kebutuhan costumer lebih dari satu tipe produk dan permintaan pasar untuk produk yang berbeda. Ketika suatu perusahaan bergerak dari costumization yang rendah ke unggi, saling ketergantungan atau interdepedensi antara departemen produksi dan penjualan akan semakin meningkat.

Interdepedensi dan Karakteristik Informasi Sistem Akutansi Manajemen

Interdepedansi yang tinggi antar departemen membutuhkan koordinasi aktivitas yang lebih besar karena ada dua alasan yaitu pertama, departemen menjadi interdependen jika output departemen satu menjadi input departemen lainnya. Sehingga penting sekali untuk memastikan agar output departemen A bisa diproses oleh departemen B. Kedua, output tersebut mungkin disatu sisi dapat memuaskan tujuan satu departemen yang akan bertentangan dengan tujuan departemen lain. Ketidakpastian yang berhubungan dengan input/output dan tujuan dapat diperkecil dengan karakteristik informasi SAM yang canggih.

Costomization dan Karakteristik Informasi Sistem Akutansi Manajemen

Manajer akan membutuhkan informasi broard scope, untuk menentukan dan menemukan ide-ide bagaimana memproduksi produk baru. Informasi broard scope dapat meningkatkan jumlah alternatif yang dapat dipertimbangkan secara simultan dalam proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan ketidakpastian input dan output. Begitu juga dengan informasi aggregation dapat membantu manajer mempertimbangkan berbagai set-set kemungkinan memproduksi produk secara kontemporer. Informasi aggregation menyediakan penelaahan terhadap konteks keputusan yang membantu manajer dalam memilih arah dan penentuan dan pencarian tindakan-tindakan alternatif.

Costumization, Interdepedensi dan Karakteristik Informasi SAM

Meskipun customization memiliki pengaruh langsung terhadap informasi yang diperlukan untuk pembuatan keputusan, pengaruh customization terhadap kesenjangan informasi biasanya adalah melalui interdepedensi. Interdepedensi yang mengalir dari costumization tidak hanya mempercepat ketidakpastian yang berkaitan dengan hubungan input dan output dalam departemen, juga meningkatkan ketidakpastian yang berkaitan dengan tujuan. Dengan kata lain, perubahan informasi tidak hanya memerlukan respon secara langsung untuk pelaksanaan custumization, tetapi juga meningkatkan interdepedensi yang terjadi antar departemen-departemen fungsional. Disimpulkan pada saat pelaksanaan customization yang tinggi akan mendorong manajer saling interdepedensi antar departemen untuk dijadikan dasar dalam mengambil keputusan. Implikasinya bahwa interdepedensi dapat berperan sebagai variabel mediasi hubungan antara cutomization terhadap karakteristik informasi sistem akutansi manajemen board scope dan aggregation.

Kesimpulan

Framework teori yang dikembangkan dalam penelitian ini untuk menguji pengaruh hubungan antara customization, interdepedensi dan karakteristik informasi SAM. Teori tersebut menyatakan organisasi harus menyesuaikan pelaksanaan customization yang diikiuti dengan meningkatknya interdepedensi antar departemen. Cutomization dan interdepedensi diidentifikasikan dalam teori sebagai sumber ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.

  1. Implikasi praktek disini bahwa organisasi yang ingin mengadopsi strategi customization membutuhkan pertimbangan tingginya kerjasama yang timbul antar departemen.
  2. Tingginya tingkat interdepedensi tidak ditentukan oleh penggunaan karakteristik informasi SAM broad scope. Penelitian ini menyatakan bahwa tipe interdepedensi lebih mempengaruhi penggunaan karakteristik informasi SAM aggregation.
  3. Mengindikasikan bahwa informasi board scope dapat memberikan ide-ide untuk membuat keputusan operasional dan menimbulkan ide-ide baru dalam memproduksi produk. Penemuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya bahwa informasi broard scope secara positif berhubungan dengan strategi.
  4. Mengimplikasikan bahwa manajer produksi dan pemasaran tidak dapat menggunakan pentingnya informasi aggregation untuk membuat keputusan dalam departemen. Penemuan ini menunjukkan bahwa tingginya tingkat customization untuk pengambilan keputusan dalam departemen membutuhkan informasi aggregation yang lebih detail. Informasi detail ini penting bagi manajer untuk melihat bagaimana memproduksi produk/jasa yang dibutuhkan. Dengan kata lain tingginya customization membutuhkan pengetahuan untuk memproduksi produk lebih detail yang tidak diberikan oleh informasi aggregation.
  5. Pengaruh utama customizataion terhadap karakteristik informasi SAM broard scope dan aggregation adalah tidak melalui interdepedensi. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Bouwens, 1998. Terbuktu bahwa manajer kurang mengenali arti penting dalam menerima informasi yang lebih canggih dalam mengelola interdepedensi yang berakar dari pelaksanaan customization.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: